Tampilkan postingan dengan label miras narkoba juga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label miras narkoba juga. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 September 2016

Metode BPSS, Prof. Dadang Hawari; Diakui Luar Negeri, Diaplikasikan di Madani

Buku standar rehabilitasi BPSS metode Prof. Dadang Hawari yg diaplikasikan di Panti Rehabilitasi Madani MHC adl satu-satunya referensi dari Indonesia karena selain #MetodeBPSS Prof Dadang Hawari berasal dari luar negeri seperti dari Colombo dan UNODC.

Apakah #MetodeBPSS Prof Dadang Hawari ini sudah berlandaskan pada bukti dan penelitian?

Iya sudah. Bukti dan penelitian Metode BPSS Prof. Dadang Hawari bahkan sudah diterbitkan oleh UNODC sejak 2007.

Sungguh aneh tapi nyata. Karya anak bangsa sendiri tidak berlaku dan diakui. Padahal orang luar sudah melegitimasi.

Hanya Panti Rehabilitasi Madani MHC-lah yang ada di Indonesia yang membantu penyembuhan korban penyalahgunaan miras dan narkoba dengan menggunakan metode terpadu BPSS, Prof. Dadang Hawari.

Selasa, 17 Mei 2016

Miras Lebih Mematikan daripada Narkoba

pusatrehabilitasinarkoba.blogspot.co.id – Wulan Tanjung Palupi mengutip dari Jurnal Medis Lancet edisi 1 Januari 2010 menyatakan, penelitian Pusat Studi Kejahatan dan Keadilan Inggris mengemukakan, miras (minuman keras) itu lebih berbahaya dan mematikan daripada narkoba.

Jika narkoba (seperti heroin, kokain, shabu-shabu, ganja, dan lain sebagainya), merugikan, merusak, menghancurkan, dan membunuh pecandunya saja, maka miras dapat memusnahkan, menyengsarakan, memenderitakan, dan memenjara pecandu, keluarga, serta masyarakat.

Media massa hampir setiap waktu menyampaikan kabar bahwa banyak orang tewas setelah menenggak miras. Ada tiga pilot pesawat Shukoi asal Rusia tewas setelah minum vodka. Ada segerombolan pemuda usia SMP (Sekolah Menengah Pertama) memperkosa anak usia TK (Taman Kanak-Kanak) sampai tewas.